Mengenali Seksual

Kamis, 04 Juni 2009

Seksual selalu menjadi topik pembicaraan yang hangat, oleh karenanya sedikit banyak perlu juga kita mengetahui dan mengenal masalah seks.

Secara garis besar gangguan psikoseksual dikelompokkan dalam empat kelompok antara lain:

  1. Gender Identity Disorder (Gangguan Identitas Jenis)
  2. Psychosexual Dysfunction (Adanya hambatan pada selera)
  3. Other Psycho-sexual Disorder ( Gangguan psikoseksual lainnya)
  4. Psychosexual Disorder Not Elsewhere Classified ( Gangguan psikoseksual yang tidak diklasifikasikan di tempat lain)

Di sini yang dibicarakan hanya Gender Identity Disorder

Gender Identity Disorder (Gangguan Identitas Jenis)

Gender Identity Disorder (Gangguan Identitas Jenis) merupakan gangguan identitas jenis ditandai oleh perasaan tidak senang (discomfort) dan merasa tidak sesuai dengan alat kelaminnya.

Perilaku yang mengalami gangguan ini cenderung mirip dengan perilaku lawan jenisnya dan biasanya perilakunya menetap. Identitas jenis adalah suatu penghayatan terhadap masyarakat dari identitas jenisnya. Peran jenis didefinisikan segala sesuatu yang dilakukan dan dikatakan oleh seseorang termasuk gairah seksual, untuk menyatakan pada orang lain atau diri sendiri, sampai berapa jauh dirinya itu laki-laki atau perempuan. Misalnya seseorang merasa dirinya secara seksual tak menarik karena merasa alat kelaminnya terlalu kecil atau kurang aktif, tetapi penghayatan dirinya cukup mantap sebagai laki-laki atau perempuan sesuai dengan alat kelaminnya.

Gender Identity Disorder terdiri atas :

Transexualislm dibagi dalam subtype

  • Aseksual (Individu tidak berhasrat/tidak bergairah seksual yang kuat)
  • Homoseksual (kecenderungan individu untuk tertarik pada kelamin yang sama)
  • Heteroseksual ( tertarik pada jenis kelamin berlawanan pada usia yang lebih tua)
  • Gender Identity Disorder Of Chilhood (gangguan identitas jenis masa kanak-kanak. Disini anak-anak berperilaku tidak sesuai dengan jenis kelamin mereka menurut norma kebudayaan)
  • Atypical gender identity disorder (gangguan identitas jenis tidak khas)
  • Paraphilis (Individu memerlukan khayalan atau perbuatan yang tidak lazim atau aneh untuk mendapatkan gairah seksual. Khayalan atau perbuatan itu cenderung berulang secara involunter dan bersifat mendesak. Pemuasan seksnya lebih menyukai/memilih penggunaan benda atau manusia untuk menimbulkan gairah seks atau dengan manusia secara berulang yang mencakup penderitaan/ penghinaan dengan pasangan yang tidak menghendakinya)
  • Fetishism (individu menggunakan benda (fetish) yang berulang kali lebih disukai atau sebagai satu-satunya cara untuk mendapatkan kegairahan seksual. Benda fetish yang digunakan tidak terbatas seperti perangkat pakaian wanita.
  • Transvetism (individu memakai pakaian lawan jenis untuk menghilangkan ketegangan atau perasaan tidak senang tentang identitas jenis “gender discomfort” Transvetisme dapat kita jumpai pada laki-laki yang berperan sebagai wanita dipentas “female impersonators”, juga pada laki-laki yang homoseksual dan fetishism.
  • Zoofilia (terdapat pada perbuatan atau fantasi mengadakan aktivitas seksual dengan hewan berulangkali dan lebih disukai sebagai satu-satunya menimbulkan gairah seksual.
  • Exhibitionism (Suatu perilaku mempertunjukkan alat kelamin secara berulang tanpa menghayati rangsangan seksual). Keadaan ini kadang-kadang dilakukan individu yang menderita kelainan jiwa.
  • Veyeurisme (seseorang mendapatkan kegairahan seksual dengan memperhatikan orang yang tidak berbusana dan pasangannya mengetahui. Hal itu sebagai pendahulu dari aktivitas selanjutnya. Melihat dan menonton pornografi “blue film” termasuk veyeurisme.
  • Sexual Masochim (individu mendapatkan kegairahan dengan cara dihina, diikat, dipukul atau penderitaan lainnya. Individu dengan sengaja turut dalam aktivitas dimana dia mendapat penderitaan “ruda paksa” jasmani dan hidupnya terancam demi tercapainya kegairahan seksual.
  • Sexual Sadism (Pemerkosaan atau tindak kekerasan seksual, penderitaan korbannya menambah gairah seksualnya), Tetapi tidak semua pemerkosa melakukan tindakan itu berdasarkan motivasi sadisme seksual.

Trisakana

0 komentar: