Do'a yang tidak tertolak
Diriwiyatkan oleh Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, ''
Hadist di atas memberikan penjelasan sangat nyata bahwa ada golongan orang yang tidak akan ditolak doanya oleh Allah SWT. Pertama, pemimpin (penguasa) yang adil. Yaitu, pemimpin yang selalu membela yang benar dan menghukum yang salah tanpa pandang bulu, yang selalu mendahulukan kepentingan rakyat dan menggunakan kekuasaannya semata-mata untuk kesejahteraan bangsa dan negara dengan niat karena Allah.
Fatimah, istri Khalifah Umar bin Abdul Aziz, selalu melihat suaminya menangis di masjid. Padahal, negara yang dipimpinnya benar-benar makmur. Ketika Fatimah menanyakan soal tangis suaminya, Khalifah Umar menjawab, ''Saya sedang merenungi nasib rakyat, takut masih ada di antara mereka yang lapar, yang sakit tanpa pengobatan, yang tidak mempunyai pakaian, yang dizalimi, yang terasing, yang tua tanpa bantuan, yang miskin dan sekaligus mempunyai banyak keluarga, dan masih banyak yang lainnya di belahan negeri ini. Saya tahu di hari kiamat nanti akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Saya takut kalau saya tidak mempunyai alasan yang benar, karenanya saya menangis.''
Kedua, orang yang berpuasa sehingga dia berbuka. Orang yang sedang berpuasa adalah orang yang paling dekat untuk dikabulkan doanya. Diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, dari Abdullah bin Umar bahwa dia mengatakan dirinya mendengar Rasulullah SAW bersabda, ''Orang yang berpuasa memiliki doa yang mustajab (terkabulkan) pada waktu berbuka.''
Alangkah bahagianya orang-orang yang berpuasa yang selalu bersimpuh jiwa dan hatinya untuk mendapatkan maghfirah dan ridha-Nya. Pada waktu seperti inilah doa orang yang berpuasa dikabulkan. Firman Allah SWT: ''Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.'' (al-Baqarah: 186).
Ketiga, doa orang-orang yang dianiaya. Yaitu, orang-orang yang tertindas baik fisik maupun nonfisik, di mana keadaan mereka lemah dan tertindas oleh sistem atau lingkungan atau pemimpin yang zalim. Maka, Allah akan menolong dan mengabulkan doa mereka.
Doa merupakan bukti bahwasanya kita adalah lemah serta tidak mempunyai daya dan upaya kecuali Allah. Doa juga merupakan bentuk kebutuhan kita bahwa kita benar-benar membutuhkan pertolongan Allah, sebab kalau bukan kepada Allah kita mengadu dan bergantung, lantas pada siapa kita berlindung?
0 komentar:
Posting Komentar